Peserta kegiatan Nafas Hijau Wonosoborejo dari STIEIMA bersama KTH Wonosoborejo di lereng Gunung Arjuno

Nafas Hijau Wonosoborejo: STIEIMA dan KTH Wonosoborejo Tanam Pohon untuk Jaga Mata Air

Dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang (STIEIMA) menanam pohon di Dusun Gunungrejo, lereng Gunung Arjuno, pada 26–27 Agustus 2026. Kegiatan bertajuk Nafas Hijau Wonosoborejo: Konservasi Mata Air ini didampingi oleh KTH Wonosoborejo.

Setiap peserta membawa tiga bibit: beringin, bambu, dan kemuning. Ketiganya dipilih karena fungsinya bagi kawasan resapan. Beringin membantu air meresap ke dalam tanah, bambu memperkuat tanah dan mengurangi risiko erosi, sedangkan kemuning melindungi permukaan tanah dan mendukung serangga penyerbuk. Bibit disediakan oleh Bumi Asih Leluhur.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Ketua KTH Wonosoborejo, Kolil, menyampaikan bahwa menjaga mata air membutuhkan komitmen yang berkelanjutan, sejalan dengan semboyan kelompok: Jogo Rupo, Jogo Roso, Joyo Royo, yaitu menjaga alam, merawat kepedulian antarsesama, dan mewujudkan kesejahteraan bersama.

Dosen pendamping STIEIMA, Dr. drh. Iradah Rahman, M.M., menekankan bahwa kelestarian mata air berpengaruh langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi warga lereng Arjuno. Kolaborasi antara perguruan tinggi, kelompok tani, dan dunia usaha diharapkan terus memperkuat upaya menjaga sumber air di kawasan ini.

Terima kasih kepada sivitas STIEIMA dan Bumi Asih Leluhur atas kolaborasinya. Kampus, komunitas, atau mitra yang ingin bergabung dalam kegiatan penanaman berikutnya dapat menghubungi kami lewat WhatsApp.

Sumber: Radar Batu, “Jaga Sumber Air, Sivitas STIEIMA Tanam Pohon di Lereng Gunung Arjuno” (3 September 2026)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *