
TENTANG KAMI
Desa Gunungrejo, Singosari, Kabupaten Malang
Gerakan warga yang merawat hutan dan menguatkan ekonomi kampung
KTH Wonosoborejo adalah Kelompok Tani Hutan yang tumbuh di lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kami adalah perkumpulan petani yang bekerja di bidang kehutanan, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan.
Bagi kami, hutan bukan sekadar hamparan hijau. Hutan adalah sumber napas, air, dan penghidupan. Karena itu, menjaga hutan dan menyejahterakan warga kami pandang sebagai dua hal yang berjalan bersama.
Selain merawat hutan, KTH Wonosoborejo juga menjadi ruang belajar bersama bagi siapa pun yang peduli pada lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Menanam bersama mitra
Anggota KTH bersama kampus dan pelajar menanam bibit di lahan Desa Gunungrejo.
BADAN HUKUM
Perkumpulan Wonosobo Rejo, 12 April 2023
AHU-0002905.AH.01.07 Tahun 2023
SEKRETARIAT
Dusun Kreweh, Desa Gunungrejo, Singosari, Malang
WILAYAH KERJA
Lereng Gunung Arjuno, Kabupaten Malang
PERJALANAN KAMI
Dari semangat kebersamaan menjadi badan hukum
AWAL 2022
Inisiatif warga
Para pendiri berkoordinasi dengan Cabang Dinas Kehutanan Malang untuk memahami prosedur pendirian kelompok tani hutan.
8 JULI 2022
Resmi dikukuhkan
Melalui Berita Acara yang ditetapkan Kepala Desa Gunungrejo dan disaksikan Penyuluh Kehutanan setempat.
12 APRIL 2023
Berbadan hukum
Terdaftar sebagai Badan Hukum Perkumpulan Wonosobo Rejo melalui akta notaris, untuk memperluas akses kemitraan.
VISI
Mengaplikasikan karakter PETANI dalam pelestarian alam, kehutanan, pertanian, peternakan, edukasi, dan pariwisata.
MISI
- Menjalin kerja sama dalam mengelola sumber daya alam dan mengembangkan sumber daya manusia di bidang kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan, dan pariwisata.
- Menciptakan inovasi dan mengembangkan riset di bidang-bidang tersebut.
- Melakukan pemberdayaan dan advokasi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Melakukan kegiatan sosial untuk pelestarian alam dan lingkungan.
- Mengampanyekan edukasi pelestarian alam berkelanjutan sesuai peraturan perundang-undangan.
- Mewujudkan hutan lestari.
SEMANGAT KAMI
“Hutanku Nafasku”
Aksi Nyata Cinta Hutan untuk Ekosistem Berkelanjutan. Semangat ini kami wujudkan melalui semboyan kelompok dalam bahasa Jawa:
Jogo Rupo
Menjaga alam
Merawat hutan, tanah, dan air agar tetap lestari untuk generasi berikutnya.
Jogo Roso
Menjaga rasa
Merawat kepedulian dan kebersamaan antarsesama warga dan mitra.
Joyo Royo
Sejahtera bersama
Menjadikan kelestarian hutan sebagai jalan menuju kesejahteraan bersama.
APA YANG KAMI KERJAKAN
Tiga pilar kegiatan
01
Konservasi dan agroforestri
Membersihkan dan merawat jalur hutan, membuka trek edukasi, menandai kawasan, serta menanam pohon dan tanaman produktif. Tujuannya agar hutan tetap lestari sekaligus memberi hasil bagi warga.
02
Edukasi dan pelatihan
Berbagi praktik baik seperti pembuatan kompos dan budidaya ramah lingkungan, serta menyelenggarakan tur edukasi hutan bagi sekolah, kampus, dan komunitas.
03
Pemberdayaan ekonomi
Mengembangkan wisata agroforestri: pengunjung diajak mengenal kebun rakyat, mencicipi hasil bumi, dan melihat langsung bagaimana hutan lestari dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan.
PROGRAM DAN CAPAIAN
Apa yang sudah kami kelola
53 ha
Hutan rakyat
Ditanami sengon, mahoni, MPTS (tanaman serbaguna), dan bambu.
45 ha
Agroforestri
Alpukat, durian, kopi, sengon, mahoni, dan komoditas lainnya.
15 ha
HHBK kopi
Kebun kopi yang dikelola tim beranggotakan 32 orang dari berbagai komunitas.
12.530
Pohon bambu
Ditanam bersama pemerintah desa dan petani desa.
12 ton/tahun
Keripik talas, ubi, pisang
Target produksi unit usaha UMKM masyarakat.
143 ekor
Ternak
Populasi ternak besar dan kecil yang dikelola anggota.
100 kg
Olahan pakan ternak
Kapasitas suplai fasilitas pengolahan pakan.
10 KK
Pembibitan anggrek
Dikembangkan dengan sistem plasma berbasis masyarakat.
WILAYAH KERJA
Fakta wilayah kerja
Kawasan pegunungan di lereng Gunung Arjuno yang menjadi sumber air bagi warga Desa Gunungrejo.
KETINGGIAN
678 – 1.100 mdpl
KOORDINAT
7°51′37″ LS, 112°38′16″ BT
JENIS TANAH
Andosol
BENTANG LAHAN
Pegunungan
CAKUPAN
2 dusun, 1 sungai, 8 mata air
8 mata air yang kami jaga
- Sumber Mbiru: kebutuhan sehari-hari dan wisata
- Sumber Nagan: kebutuhan sehari-hari dan wisata
- Sumber Clumprit: pengairan
- Sumber Loh/Coban: pengairan
- Sumber Kali Belongan Isor: pengairan
- Sumber Kali Belongan Tengah: pengairan
- Sumber Kali Sawah Tengah: pengairan
- Sumber Kreweh Kilen: kebutuhan sehari-hari
RUANG BELAJAR
Mengenal hutan lebih dekat
Beberapa hal dasar yang sering kami bagikan kepada pengunjung dan peserta kegiatan.
Apa itu Kelompok Tani Hutan?
Kelompok Tani Hutan (KTH) adalah kumpulan petani atau warga di sekitar hutan yang bekerja sama mengelola usaha di bidang kehutanan, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. Melalui kelompok, petani dapat belajar bersama, mengakses pendampingan, dan menjalin kemitraan.
Apa itu agroforestri?
Agroforestri adalah cara bertani yang memadukan pepohonan dengan tanaman pertanian, misalnya kopi yang tumbuh di bawah naungan pohon. Pohon menjaga tanah dan air, sementara tanaman di bawahnya memberi hasil panen bagi petani.
Mengapa hutan lereng gunung menjaga mata air?
Hutan di lereng gunung adalah kawasan resapan. Akar pohon dan lapisan daun di permukaan tanah membantu air hujan meresap perlahan ke dalam tanah, bukan langsung mengalir di permukaan. Air yang tersimpan inilah yang kemudian keluar sebagai mata air di desa-desa di bawahnya.
Apa yang bisa saya lakukan?
Ikut menanam pohon, tidak membuang sampah di kawasan hutan, membeli hasil kebun petani hutan, atau mengajak sekolah dan komunitas belajar langsung di lapangan. Langkah kecil yang dilakukan bersama berdampak besar.
COMPANY PROFILE
Kenali kami lebih lengkap
Unduh profil resmi KTH Wonosoborejo: kilas balik pendirian sejak 2022, visi dan misi, program hutan rakyat dan agroforestri, unit usaha, topografi wilayah kerja beserta 8 mata air, serta dokumentasi kegiatan bersama pemerintah dan mitra.
Format PDF · 12 halaman · ±7 MB

Datang dan berjalan bersama kami
Kami terbuka untuk kunjungan belajar, riset, program CSR, hingga dukungan bibit dan alat. Rasakan sendiri bagaimana cinta pada hutan menjadi aksi nyata yang menyejukkan bumi dan menguatkan warga.

